Mikroskop dan Metode Ilmiah – Fatih iO.
Rangkaian kerja yang dilakukan seorang peneliti untuk memecahkan suatu
masalah dilakukan dengan suatu kerja ilmiah. Untuk melatih dan
mengembangkan kemampuan berpikir, kita perlu ditanamkan sikap ilmiah
sebagai dasar untuk melakukan kerja ilmiah. Jadi pengertian metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan
secara sistematis, empiris dan terkontrol. Ilmuwan melakukan pengamatan
serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena
alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Suatu hipotesis apabila telah lolos uji berulang
kali, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori ilmiah.
Belajar bareng tentang MIKROSKOP DAN METODE ILMIAH yuk!!!
Mikroskop dan Metode Ilmiah
Sistematis
Proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir sistematis dimulai dengan kesadaran adanya masalah sampai terbentuk suatu kesimpulan. Di dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan dan akan di jelaskan nanti pada bagian bawah.
Proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir sistematis dimulai dengan kesadaran adanya masalah sampai terbentuk suatu kesimpulan. Di dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan dan akan di jelaskan nanti pada bagian bawah.
Empiris
Bahwa permasalahan harus tersedia datanya yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Data empiris inilah yang merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Jika sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah metode ilmiah.
Bahwa permasalahan harus tersedia datanya yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Data empiris inilah yang merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Jika sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah metode ilmiah.
Terkontrol
Dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.
Dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.
Berikut ini adalah beberapa sikap ilmiah antara lain:
- Rasa ingin tahu
- Objektif, berarti berdasarkan objek yang diteliti dan sesuai dengan apa yang kita amati
- Jujur
- Tekun
- Teliti
Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
- Merumuskan masalah
- Mengumpulkan data dan keterangan
- Menyusun hipotesis (dugaan sementara jawaban permasalahan)
- Melakukan penelitian untuk membuktikan dugaan
- Mengumpulkan data dari hasil penelitian
- Mengolah dan menganalisis data
- Membuat kesimpulan
Setelah selesai melakukan sebuah
penelitian ilmiah harus membuat laporan penelitian yaitu karya tulis
ilmiah yang harus ditulis dengan aturan tertentu serta menggunakan bahasa dan kosa-kata ilmiah yang baku.
Berikut adalah isi dari laporan penelitian:
- Halaman Judul Penelitian: berisi judul penelitian, nama peneliti, kelas, sekolah, alamat sekolah, serta tahun pembuatan laporan penelitian.
- Pendahuluan: berisi latar belakang penelitian dan gagasan yang dibuat beserta hipotesisnya.
- Tujuan Penelitian: berisi tujuan penelitian yang dilakukan.
- Alat dan Bahan: berisi alat dan bahan kimia yang digunakan.
- Langkah Kerja: berisi penjelasan dan langkah-langkah penelitian yang dilakukan.
- Hasil Penelitian dan Pembahasan: berisi hasil penelitian dan penjelasan dari hasil penelitian yang dilakukan.
- Kesimpulan: berisi kesimpulan yang kita dapatkan dari hasil percobaan.
- Daftar Pustaka: berisi referensi yang mendukung penelitian yang dilakukan.
Salah satu alat yang penting dalam penelitian adalah mikroskop. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk memperbesar bayangan benda-benda berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata. Mikroskop
(bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat). Mikroskop
merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh laboratorium
untuk dapat mengamati makhluk hidup yang berupa organisme berukuran kecil seperti bakteri, sel hewan, sel tumbuhan dan struktur tumbuhan, dll. Ilmu
yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut
mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah
terlihat oleh mata.
Berdasarkan sumber cahayanya, jenis mikroskop dibagi menjadi 2, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang
dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya
dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan
mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel.
Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya
memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler.
Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop
dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya
digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field,
fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).
Berikut adalah bagian-bagian mikroskop:
Mikroskop
- lensa okuler, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
- lensa objektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
- tabung mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
- makrometer (pemutar kasar), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
- mikrometer (pemutar halus), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
- revolver, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
- reflektor, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
- diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
- kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
- meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
- penjepit kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
- lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
0 komentar:
Posting Komentar