Kita telah belajar tentang peta dan skala. Nah, marilah kita gunakan pengetahuan kita itu untuk membuat sketsa dan peta.
1. Membuat Sketsa
Ketika di SD, kamu telah belajar bagaimana menggambar denah rumah dan
sekolahmu. Keterampilan membuat sketsa dan peta wilayah erat kaitannya
dengan pengalamanmu menggambar denah rumah dan sekolahmu dulu.
Perhatikanlah contoh berikut.
Perhatikanlah contoh berikut.
Pada suatu saat, kamu ditanya oleh seseorang tentang lokasi suatu
tempat yang tidak diketahuinya. Kamu kebetulan mengetahui tempat
tersebut. Untuk mempermudah pemahaman orang tersebut, kamu akan membuat
sketsa/denah lokasi tempat yang dimaksudkannya. Pada contoh sketsa di
atas, dengan melihat sketsa tersebut, orang yang akan mengunjungi Rumah
Sakit Haji akan dengan mudah menemukan lokasi tersebut. Amatilah kembali
sketsa pada Gambar 4.6. Pada gambar tersebut, tampak jaringan jalan
(dari arah Cawang, Cikunir, Pd. Gede, Kramat Jati, dan Pd. Indah),
penggunaan lahan (Asrama Haji, RS Haji, Polsek Pinang Ranti, dan TMII),
dan orientasi (penunjuk arah angin). Nah, sebuah sketsa juga dapat
dibuat selengkap mungkin seperti halnya peta. Artinya, pada sebuah
sketsa juga dapat digambarkan berbagai kenampakan dan objek geografi
seperti sungai, bukit, jembatan, jaringan transportasi, dll. Tentu saja
kenampakan tersebut digambar menggunakan simbol-simbol. Namun demikian,
sketsa bukanlah peta karena sketsa belum menggunakan skala.
2. Membuat Peta Wilayah
Setelah mampu membuat sketsa, sekarang kita akan membuat peta wilayah
yang menggambarkan objek geografis. Apa itu peta wilayah dan apa itu
objek geografis? Wilayah ialah daerah atau lingkungan daerah. Wilayah
dapat berupa wilayah dari tingkat desa sampai benua. Peta wilayah ialah
peta yang menggambarkan lingkungan tertentu. Nah, sebelum membuat peta,
kita harus mengetahui dahulu objek apa yang akan dibuatkan petanya.
Obejak geografi ialah hal yang berkaitan dengan geografi yang dijadikan
sasaran untuk dibuatkan petanya. Objek geografi antara lain meliputi
atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer. Atmosfer ialah lapisan udara
yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Objek geografi yang
berhubungan dengan atmosfer yang dapat dibuatkan petanya antara lain
curah hujan, keadaan iklim, dan arah angin. Hidrosfer ialah lapisan air
yang mengelilingi bumi. Objek geografi yang berhubungan dengan hidrosfer
yang dapat dibuatkan petanya antara lain perairan darat, perairan laut,
penyebaran danau, dan daerah aliran sungai. Litosfer ialah lapisan
batuan yang menyusun kulit bumi. Objek geografi yang berhubungan dengan
litosfer yang dapat dibuatkan petanya antara lain penyebaran gunung api,
jenis-jenis tanah, dan daerah dataran tinggi. Biosfer diartikan juga
sebagai lingkungan yang berupa segala sesuatu yang hidup (manusia,
hewan, tumbuhan). Objek geografi yang berhubungan dengan biosfer yang
dapat dibuatkan petanya antara lain penyebaran fauna, hutan hujan
tropis, kepadatan penduduk, dan pelabuhan laut. Untuk membuat peta, kita
harus tahu unsur-unsur peta. Unsur-unsur peta tersebut ialah judul
peta, skala peta, petunjuk arah, garis astronomis, peta inset, lembaga
pembuat, tahun pembuatan, dan legenda (kolom keterangan tentang
simbol-simbol yang terdapat dalam peta).
Untuk membuat peta, langkah pertama yang harus kita tentukan ialah
peta apa yang akan dibuat. Ingat bahwa ada berbagai jenis peta. Salah
satu di antaranya ialah peta tematik. Peta tematik ialah peta yang
menggambarkan tema-tema tertentu yang ada di permukaan bumi. Contoh peta
tematik ialah peta curah hujan, peta kepadatan penduduk di Kabupaten X,
peta hasil bumi di Provinsi Y.
Bagaimana proses dan cara membuat peta tematik?
Proses pembuatan peta tematik secara umum meliputi tiga tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data, dan tahap penyajian data.
Proses pembuatan peta tematik secara umum meliputi tiga tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data, dan tahap penyajian data.
a. Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data
Dalam tahap menyiapkan data, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Dalam tahap menyiapkan data, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1) Menyiapkan Informasi Dasar
Data merupakan informasi dasar peta tematik. Dalam membuat peta
tematik yang menggambarkan objek geografi, informasi dasarnya diambil
dari peta rupa bumi atau peta umum. Penggunaan peta umum sebagai dasar
karena peta umum secara matematis akurat, secara geometrik betul.
Informasi dasar yang diperlukan dalam pembuatan peta tematik antara lain
kenampakan jalan, sungai, batas administrasi, dan penggunaan lahan.
Penentuan informasi dasar mana yang akan digunakan dalam sebuah peta
tematik bergantung pada tema peta. Peta tematik dengan tema seperti
tanah, kemiringan lereng, hidrologi, atau geologi lebih memerlukan
informasi dasar tentang kenampakan alam. Peta tematik dengan tema
industri, pendidikan, kependudukan, atau keadaan sosial ekonomi lebih
memerlukan informasi dasar tentang batas administrasi, jalan, dan
sebagainya.
Dari mana kamu memperoleh informasi dasar tersebut? Informasi dasar
dapat kamu peroleh dengan dua cara: langsung dan tidak langsung. Cara
langsung ialah dengan mengambil data di lapangan, seperti pengamatan,
pengukuran, ataupun wawancara. Data yang diperoleh dengan cara ini
disebut data primer. Cara tidak langsung ialah dengan mengambil data
yang telah tersedia dari berbagai sumber, seperti kantor desa atau
kelurahan, Biro Pusat Statistik (BPS), Pusat Survei Pemetaan (Pussruta),
Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), dan
lain-lain. Data yang diperoleh dengan cara ini disebut data sekunder.
2) Menyiapkan Komponen Peta Tematik
Sama seperti peta umum, peta tematik pun harus memenuhi
komponen-komponen tertentu. Untuk itu, komponen-komponen tersebut sudah
harus dipersiapkan sebelum pembuatan peta tematik. Komponen-komponen
tersebut antara lain judul peta, skala peta, koordinat peta, legenda
peta, dan simbol yang akan digunakan. Jika semua komponen telah
tersedia, hal ini akan sangat memudahkan pembuatan peta wilayah yang
menggambarkan suatu objek geografi.
3) Menyiapkan Alat
Dalam pembuatan peta, alat-alat yang digunakan antara lain kertas,
plastik transparan atau kertas kalkir untuk menciplak peta dasar,
penggaris, pensil, rapido, pensil/spidol berbagai warna sesuai dengan
tema atau banyaknya simbol yang akan digunakan.
b. Pembuatan dan Penyajian
Bagaimana sebuah peta tematik dibuat? Inilah tahap akhir yang menentukan. Adapun tahap pembuatan peta tematik contohnya seperti berikut.
(1) Ambil peta dasar dan tempelkan di atas meja datar.
(2) Ambil plastik transparan atau kertas kalkir dengan ukuran lebih besar dari peta dasar, letakkan di atas peta dasar.
(3) Buat bingkai peta, kemudian jiplak peta dasar lengkap dengan batas-batas fisik wilayah seperti daerah aliran sungai (DAS) dengan menggunakan simbol garis seperti —– dengan spidol berwarna biru; jalan raya, jalan setapak, dan jalan lainnya dengan spidol berwarna merah. Jika ada gambar jalan kereta api, gunakan garis ==== dengan spidol berwarna hitam
(4) Gambarlah batas setiap penggunaan lahan dengan simbol garis tidak terputus.
(5) Gambarlah simbol wilayah pada tiap penggunaan lahan dengan warna yang sesuai kenyataan. Jika tidak mungkin, gunakan simbol huruf, misalnya hutan dengan simbol H, pemukiman dengan simbol P.
(6) Gambarlah simbol-simbol titik dari berbagai objek.
(7) Penulisan huruf pada peta dapat menggunakan rugos atau lettering set toponim. Nama tempat di daratan menggunakan huruf tegak berwarna hitam. Nama yang mewakili perairan seperti sungai, danau menggunakan huruf miring berwarna biru.
(8) Tuliskan komponen peta yang lain, seperti judul peta, koordinat geografi, skala peta, orientasi/arah mata angin, legenda, sumber peta dan tahun terbit, serta pembuat peta terletak di luar garis pinggir peta.
Bagaimana sebuah peta tematik dibuat? Inilah tahap akhir yang menentukan. Adapun tahap pembuatan peta tematik contohnya seperti berikut.
(1) Ambil peta dasar dan tempelkan di atas meja datar.
(2) Ambil plastik transparan atau kertas kalkir dengan ukuran lebih besar dari peta dasar, letakkan di atas peta dasar.
(3) Buat bingkai peta, kemudian jiplak peta dasar lengkap dengan batas-batas fisik wilayah seperti daerah aliran sungai (DAS) dengan menggunakan simbol garis seperti —– dengan spidol berwarna biru; jalan raya, jalan setapak, dan jalan lainnya dengan spidol berwarna merah. Jika ada gambar jalan kereta api, gunakan garis ==== dengan spidol berwarna hitam
(4) Gambarlah batas setiap penggunaan lahan dengan simbol garis tidak terputus.
(5) Gambarlah simbol wilayah pada tiap penggunaan lahan dengan warna yang sesuai kenyataan. Jika tidak mungkin, gunakan simbol huruf, misalnya hutan dengan simbol H, pemukiman dengan simbol P.
(6) Gambarlah simbol-simbol titik dari berbagai objek.
(7) Penulisan huruf pada peta dapat menggunakan rugos atau lettering set toponim. Nama tempat di daratan menggunakan huruf tegak berwarna hitam. Nama yang mewakili perairan seperti sungai, danau menggunakan huruf miring berwarna biru.
(8) Tuliskan komponen peta yang lain, seperti judul peta, koordinat geografi, skala peta, orientasi/arah mata angin, legenda, sumber peta dan tahun terbit, serta pembuat peta terletak di luar garis pinggir peta.
Berikut adalah contoh yang paling sederhana tentang pembuatan sebuah
peta tematik secara manual. Misalnya, kita akan membuat peta tematik
tentang kepadatan penduduk di Pulau Antua. Di pulau tersebut terdapat
tujuh desa. Adapun data persebaran penduduk di pulau tersebut adalah
seperti berikut.
Perhatikanlah contoh penyajian peta tematik berikut ini. Peta ini
dibuat temanmu berdasarkan data pada tabel di atas. Perhatikan bahwa
penyajian data dapat menggunakan arsiran dan juga titik.
Bandingkan gambar tangan temanmu di atas dengan peta tematik berikut ini.
C. Kondisi Geografis dan Penduduk Indonesia
Untuk dapat memahami usaha manusia mengenali perkembangan
lingkungannya, kita perlu mengetahui kondisi geografis dan kondisi
penduduk di wilayah terkait. Kondisi geografis menyangkut kenampakan
alam dan kondisi penduduk dilihat dari keadaan sosialnya. Ingatlah
kembali apa saja yang termasuk kenampakan alam dan apa saja yang
termasuk keadaan sosial.
1. Kondisi Geografis
Kita telah belajar tentang peta dan globe. Perhatikanlah peta wilayah
Indonesia yang terdapat pada peta dunia dan globe. Informasi apa yang
dapat kamu peroleh dari peta tersebut? Dari peta dan globe, kita dapat
memperoleh informasi tentang letak, luas dan bentuk, serta batas-batas
suatu wilayah.
a. Letak
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki letak yang cukup strategis. Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari letak Indonesia dari sudut letak astronomis, letak geografis, dan letak geologis.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki letak yang cukup strategis. Pada kesempatan ini, kita akan mempelajari letak Indonesia dari sudut letak astronomis, letak geografis, dan letak geologis.
1) Letak Astronomis
Kita telah belajar bahwa pada peta dan globe terdapat garis-garis
astronomis, yaitu garis lintang dan garis bujur. Berdasarkan letak
astronomis, Indonesia terletak antara 6° 08′ LU – 11° 15′ LS dan antara
94° 45′ BT – 141° 05′ BT. Kondisi geografis Indonesia berdasar garis
lintangnya antara lain seperti berikut.
(1) Wilayah Indonesia sebagian besar terletak di belahan bumi selatan.
(2) Wilayah Indonesia dilalui oleh garis Khatulistiwa.
(3) Indonesia beriklim tropis
(1) Wilayah Indonesia sebagian besar terletak di belahan bumi selatan.
(2) Wilayah Indonesia dilalui oleh garis Khatulistiwa.
(3) Indonesia beriklim tropis
Kondisi geografis Indonesia berdasar garis bujurnya antara lain seperti berikut.
(1) Wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur.
(2) Panjang garis bujur Indonesia ialah 460. Berdasarkan penetapan internasional bahwa setiap 150 terjadi perbedaan waktu 1 jam. Dengan demikian, di Indonesia terdapat 3 daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah
(WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).
(1) Wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur.
(2) Panjang garis bujur Indonesia ialah 460. Berdasarkan penetapan internasional bahwa setiap 150 terjadi perbedaan waktu 1 jam. Dengan demikian, di Indonesia terdapat 3 daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah
(WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).
2) Letak Geografis
Indonesia memiliki letak geografis yang strategis. Dikatakan strategis karena:
(1) Indonesia terletak antara dua benua, Asia dan Australia. Letak ini menyebabkan di Indonesia terjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Di samping itu, letak ini menyebabkan Indonesia kaya akan koleksi flora dan fauna. Indonesia memiliki koleksi flora dan fauna yang bersifat asiatis, peralihan, dan australis.
(2) Indonesia terletak di antara dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.
(3) Indonesia terletak di jalur lalu lintas dunia, baik jalur pelayaran maupun penerbangan. Jalur pelayaran merupakan jalur lalu lintas perdagangan dunia.
(1) Indonesia terletak antara dua benua, Asia dan Australia. Letak ini menyebabkan di Indonesia terjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Di samping itu, letak ini menyebabkan Indonesia kaya akan koleksi flora dan fauna. Indonesia memiliki koleksi flora dan fauna yang bersifat asiatis, peralihan, dan australis.
(2) Indonesia terletak di antara dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.
(3) Indonesia terletak di jalur lalu lintas dunia, baik jalur pelayaran maupun penerbangan. Jalur pelayaran merupakan jalur lalu lintas perdagangan dunia.
3) Letak Geologis
Letak geologis adalah letak suatu daerah berdasarkan struktur dan
komposisi batuan atau bentuk muka atau bagian dalam bumi yang ada di
daerah itu. Berdasarkan letak geologisnya, keadaan Indonesia antara lain
seperti berikut.
(1) Indonesia terletak pada pertemuan deretan Pegunungan Muda Sirkum Pasifik dan Pegunungan Mediterania. Akibatnya, di Indonesia banyak dijumpai gunung api dan pusat-pusat gempa. Akibat kegiatan gempa dan vulkanisme, di Indonesia banyak ditemukan sumber daya bahan galian, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan timah. Sumber daya bahan galian (mineral) merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai komoditas perdagangan dan industri yang juga komoditas ekspor.
(2) Indonesia terbagi ke dalam tiga daerah, yaitu daerah Dangkalan Sunda (meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di seputarnya), daerah Dangkalan Laut Dalam (meliputi Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya), dan daerah Dangkalan Sahul (meliputi Kep. Aru, Pulau Irian, dan pulau-pulau di sekitarnya). Dangkalan Laut Dalam dan Dangkalan Sahul dipisahkan oleh garis Wallacea di Selat Makassar dan Selat Lombok.
(3) Indonesia memiliki berbagai jenis tanah yang tersebar mulai dari daratan rendah sampai dengan daerah pegunungan. Jenis-jenis tanah tersebut antara lain tanah aluvial (hasil endapan erosi di sekitar sungai), tanah vulkanik (berasal dari pelapukan abu vulkanik), tanah gambut (tanah di daerah yang selalu digenangi air), tanah humus (hasil pembusukan bahan-bahan organik) dan lain-lain.
(1) Indonesia terletak pada pertemuan deretan Pegunungan Muda Sirkum Pasifik dan Pegunungan Mediterania. Akibatnya, di Indonesia banyak dijumpai gunung api dan pusat-pusat gempa. Akibat kegiatan gempa dan vulkanisme, di Indonesia banyak ditemukan sumber daya bahan galian, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan timah. Sumber daya bahan galian (mineral) merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai komoditas perdagangan dan industri yang juga komoditas ekspor.
(2) Indonesia terbagi ke dalam tiga daerah, yaitu daerah Dangkalan Sunda (meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di seputarnya), daerah Dangkalan Laut Dalam (meliputi Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya), dan daerah Dangkalan Sahul (meliputi Kep. Aru, Pulau Irian, dan pulau-pulau di sekitarnya). Dangkalan Laut Dalam dan Dangkalan Sahul dipisahkan oleh garis Wallacea di Selat Makassar dan Selat Lombok.
(3) Indonesia memiliki berbagai jenis tanah yang tersebar mulai dari daratan rendah sampai dengan daerah pegunungan. Jenis-jenis tanah tersebut antara lain tanah aluvial (hasil endapan erosi di sekitar sungai), tanah vulkanik (berasal dari pelapukan abu vulkanik), tanah gambut (tanah di daerah yang selalu digenangi air), tanah humus (hasil pembusukan bahan-bahan organik) dan lain-lain.
4) Letak Geomorfologis
Letak suatu negara berdasarkan bentuk permukaan bumi merupakan letak
geomorfologis negara tersebut. Indonesia memiliki bentuk muka bumi yang
sangat lengkap, mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dan
pegunungan. Berdasarkan letak geomorfologisnya, keadaan Indonesia antara
lain seperti berikut.
(1) Karena pengaruh perbedaan ketinggian dan letak lintang, terdapat perbedaan suhu udara yang bervariasi.
(2) Keragaman bentuk muka bumi menyebabkan timbulnya berbagai kemungkinan mata pencaharian, mulai dari nelayan di tepi pantai, pekerja di pabrik-pabrik atau perkantoran di dataran rendah, sampai pada petani di dataran tinggi.
(1) Karena pengaruh perbedaan ketinggian dan letak lintang, terdapat perbedaan suhu udara yang bervariasi.
(2) Keragaman bentuk muka bumi menyebabkan timbulnya berbagai kemungkinan mata pencaharian, mulai dari nelayan di tepi pantai, pekerja di pabrik-pabrik atau perkantoran di dataran rendah, sampai pada petani di dataran tinggi.
5) Letak Ekonomik
Letak ekonomik adalah letak suatu negara dilihat dari jalur dan
kehidupan ekonomi negara itu terhadap negara lain. Letak ekonomik
Indonesia sangat strategis karena Indonesia terletak di antara Benua
Asia dan Australia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik
yang merupakan pusat lalu lintas perdagangan dunia. Kapal dagang atau
para pengusaha yang membawa keuntungan bagi Indonesia. Kegiatan ekonomi
antarnegara sangat berpengaruh pada kehidupan sosial budaya kita. Kontak
antarnegara menyebabkan munculnya aneka ragam budaya. Dengan
keaneka-ragaman budaya ini, bangsa Indonesia mudah bergaul dengan bangsa
lain, terutama bangsa-bangsa di kawasan Asia. Hal ini disebabkan adanya
kesamaan unsur-unsur budaya kita dengan budaya bangsa-bangsa di Asia
dan bangsa-bangsa lain di berbagai benua.
b. Bentuk, Luas, dan Batas Negara
Sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau kurang lebih 17.500 pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dapatkah kamu bayangkan berapa panjangnya garis pantai yang dimiliki Indonesia? 81.497 km atau setara dua kali keliling bumi di Khatulistiwa. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki luas wilayah 5.193.252 km2. Luas pulau-pulaunya 1.904.569 km2 dan luas lautannya 3.288.683 km2. jika dibandingkan, perbandingan luas daratan dan lautan ialah 2 : 3.
Sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau kurang lebih 17.500 pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dapatkah kamu bayangkan berapa panjangnya garis pantai yang dimiliki Indonesia? 81.497 km atau setara dua kali keliling bumi di Khatulistiwa. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki luas wilayah 5.193.252 km2. Luas pulau-pulaunya 1.904.569 km2 dan luas lautannya 3.288.683 km2. jika dibandingkan, perbandingan luas daratan dan lautan ialah 2 : 3.
Negara yang luas ini di sebelah utara berbatasan dengan Malaysia,
Singapura, Filipina, Selat Malaka, Selat Singapura, Laut Cina Selatan,
dan Samudera Pasifik. Di sebelah barat berbatasan dengan Samudera
Hindia. Di sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini. Di sebelah
selatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, Samudera
Hindia, Laut Timor, dan Laut Arafura.
2. Kondisi Penduduk
Wilayah Indonesia terbentang dari Sabang di barat sampai Merauke di
timur, dari Pulau We di utara sampai Pulau Roti di selatan. Sebagai
sebuah negara berdaulat, Indonesia memiliki penduduk, salah satu syarat
berdirinya sebuah negara. Dengan jumlah penduduk 241.973.880 jiwa pada
tahun 2005, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar
kelima di dunia. Penduduk Indonesia memiliki keunikan tersendiri karena
terdiri atas berbagai suku, bahasa, agama, dan budaya. Bagaimana keadaan
penduduk Indonesia dari segi jumlah dan persebarannya? Persebaran
penduduk atau disebut juga distribusi penduduk. Secara geografis,
penduduk Indonesia tersebar di beberapa pulau besar dan pulau-pulau atau
kepulauan. Secara administratif (dan politis), penduduk Indonesia
tersebar di 33 propinsi. Perhatikanlah tabel berikut.
Jika kita mau memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan
lingkungannya, kita harus belajar memahami kondisi penduduk di
lingkungan tersebut. Kondisi penduduk dapat ditinjau dari segi ekonomi
dan kebudayaannya.
a. Kondisi Ekonomi
Dari segi ekonomi, kondisi penduduk berkaitan erat dengan kondisi geografis tempat penduduk itu berada. Dalam usaha memenuhi kebutuhannya, penduduk berusaha beradaptasi dengan lingkungannya dan memanfaatkan lingkungannya. Contoh penduduk beradaptasi dengan lingkungannya ialah jika dia tinggal di desa, kegiatan ekonomi yang dapat dilakukannya berkaitan dengan kegiatan agraris, seperti
bertani dan berladang atau beternak. Jika dia tinggal di kota, kegiatan ekonomi yang dapat dilakukannya ialah berdagang atau bekerja di kantor atau pabrik. Contoh penduduk memanfaatkan lingkungannya ialah jika dia berada di daerah dataran rendah, kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan antara lain kegiatan pertanian yang menghasilkan tanaman pangan dan tanaman komoditas. Penduduk yang berada di daerah pegunungan akan berusaha di bidang perkebunan dan kehutanan, pertanian hortikultura, dan industri pariwisata alam pegunungan. Penduduk yang berada di daerah pantai akan memanfaatkan lingkungannya untuk usaha perikanan dan wisata pantai. Penduduk yang tinggal di daerah pedalaman akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya antara lain dengan berburu dan meramu sumber daya alam yang tersedia di lingkungannya.
Dari segi ekonomi, kondisi penduduk berkaitan erat dengan kondisi geografis tempat penduduk itu berada. Dalam usaha memenuhi kebutuhannya, penduduk berusaha beradaptasi dengan lingkungannya dan memanfaatkan lingkungannya. Contoh penduduk beradaptasi dengan lingkungannya ialah jika dia tinggal di desa, kegiatan ekonomi yang dapat dilakukannya berkaitan dengan kegiatan agraris, seperti
bertani dan berladang atau beternak. Jika dia tinggal di kota, kegiatan ekonomi yang dapat dilakukannya ialah berdagang atau bekerja di kantor atau pabrik. Contoh penduduk memanfaatkan lingkungannya ialah jika dia berada di daerah dataran rendah, kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan antara lain kegiatan pertanian yang menghasilkan tanaman pangan dan tanaman komoditas. Penduduk yang berada di daerah pegunungan akan berusaha di bidang perkebunan dan kehutanan, pertanian hortikultura, dan industri pariwisata alam pegunungan. Penduduk yang berada di daerah pantai akan memanfaatkan lingkungannya untuk usaha perikanan dan wisata pantai. Penduduk yang tinggal di daerah pedalaman akan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya antara lain dengan berburu dan meramu sumber daya alam yang tersedia di lingkungannya.
b. Kondisi Kebudayaan
Kebudayaan merupakan hasil olah pikir manusia, baik yang bersifat
abstrak maupun konkret. Dengan demikian, ruang lingkup kebudayaan sangat
luas. Hasil kebudayaan tampak dalam bidang pemerintahan, hukum,
adat-istiadat, agama, kesenian, bahasa, gagasan, ide, bentuk rumah, dan
lain-lain. Dengan jumlah suku kurang lebih 370 suku bangsa, Indonesia
merupakan negara yang kaya akan sumber daya budaya. Setiap suku
mempunyai hasil kebudayaan tersendiri.
Apa kaitannya antara kebudayaan dan kondisi geografis?
Ingatlah bahwa manusia selalu berusaha beradaptasi atau memanfaatkan lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya. Penduduk yang menempati suatu wilayah akan terpengaruh dengan keadaan geografis wilayah tersebut. Contohnya, rumah adat sebagai hasil budaya. Di daerah yang memiliki hutan lebat dan banyak binatang buas, atau daerah berawa-rawa, bentuk rumahnya ialah rumah panggung. Bandingkanlah cara berpakaian penduduk yang tinggal di pegunungan dan penduduk yang tinggal di tepi pantai. Penduduk daerah mana yang pakaiannya terbuat dari bahan yang relatif lebih tebal? Demikian juga dengan mata pencaharian penduduk. Misalnya, mereka yang tinggal di tepi pantai kebanyakan akan bekerja sebagai nelayan.
Ingatlah bahwa manusia selalu berusaha beradaptasi atau memanfaatkan lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya. Penduduk yang menempati suatu wilayah akan terpengaruh dengan keadaan geografis wilayah tersebut. Contohnya, rumah adat sebagai hasil budaya. Di daerah yang memiliki hutan lebat dan banyak binatang buas, atau daerah berawa-rawa, bentuk rumahnya ialah rumah panggung. Bandingkanlah cara berpakaian penduduk yang tinggal di pegunungan dan penduduk yang tinggal di tepi pantai. Penduduk daerah mana yang pakaiannya terbuat dari bahan yang relatif lebih tebal? Demikian juga dengan mata pencaharian penduduk. Misalnya, mereka yang tinggal di tepi pantai kebanyakan akan bekerja sebagai nelayan.











0 komentar:
Posting Komentar