A.
Moral
Pada dasarnya manusia dalam kehidupannya
tidak bisa hidup dengan seenaknya sendiri, karena dalam kehidupan masyarakat
terdapat berbagai aturan, dimana aturan-aturan tersebut sesuai dengan norma-norma
dan nilai-nilai yang sesuai dengan kaidah yang berlaku di masyarakat. Sehingga
manusia atau individu yang memiliki moral baik, dapat bertindak dan berperilaku
sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sebab
pada dasarnya Moral sangat berhubungan
erat dengan apa yang benar dan salah dalam perilaku
manusia; dianggap benar dan baik oleh kebanyakan orang sesuai dengan standar perilaku yang tepat
pada kelompok atau masyarakat tersebut.
Pentingnya mengetahui dan menerapkan secara
nyata norma, nilai, dan kaidah-kaidah moral dalam bersosialisasi di kehidupan
masyarakat mempunyai alasan pokok, yaitu salah satunya untuk kepentingan
dirinya sendiri sebagai individu. Apabila individu tidak dapat menyesuaikan
diri dengan tingkah lakunya yang tidak sesuai dengan norma, nilai dan kaidah
sosial yang terdapat dalam masyarakat, maka dimanapun ia hidup, ia tidak dapat
diterima oleh masyarakat.
Kita berharap bahwa
individu yang mempunyai moral baik kemungkinan dapat mempengaruhi karakter
moral masyarakat secara keseluruhan. Hanya manusialah yang dapat menghayati
norma-norma, serta nilai-nilai dalam kehidupannya sehingga manusia dapat
menetapkan tingkah laku yang baik dan bersifat susila.
Moral yang baik sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak
pengalaman hidup yang diterima oleh individu yang berdampak positif untuk orang
lain. Hal ini tentunya sangat dipengaruhi oleh seberapa lama manusia itu
sendiri hidup dan bersosialisasi dengan baik dimasyarakat. Hal ini tentunya
berhubungan dengan usia sesorang. Pada dasarnya semakin tinggi usia
seseorang diharapkan moralnya pun akan
semakin baik dan dapat menjadi panutan untuk orang lain dan untuk orang yang
dianggap pengalaman hidupnya belum seberapa.
B. Hak
Hak Merupakan Segala sesuatu yang harus di dapatkan
oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan semenjak didalam kandungan
ibu. Di dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian tentang sesuatu
hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu
(karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar
atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat. Hak Negatif adalah
suatu hak bersifat negatif , jika seseorang bebas untuk melakukan sesuatu atau
memiliki sesuatu dalam arti orang lain tidak boleh menghindari seseorang untuk melakukan atau memilki hal
itu. Contoh: hak atas kehidupan, hak mengemukakan pendapat.
Hak positif adalah suatu hak bersifat postif, jika saya berhak bahwa orang lain berbuat sesuatu untuk saya. Contoh: hak atas pendidikan, pelayanan, dan kesehatan. Hak negatif haruslah kita simak karena hak ini terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat sperti orang kehendaki. Contoh, saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Contoh, saya mempunyai hak orang lain tidak mencampuri urasan pribadi saya, bahwa rahasia saya tidak dibongkar, bahwa nama baik saya tidak dicemarkan. Hak-hak pasif ini bisa disebut hak keamanaan.
Setelah kita melihat dan membaca mengenai penjelasan hak serta jenis-jenisnya, sekarang apakah ada hak yang bersifat absolut? Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian, berlaku di mana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Namun ternyata hak tidak ada yang absolute. Mengapa? Menurut ahli etika, kebanyakan hak adalah hak prima facie atau hak pada pandangan pertama yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan merupakan hak yang sangat penting. Manusia mempunyai hak untuk tidak dibunuh namun ini tidak berlaku dalam segala keadaan tanpa alasan yang cukup kuat. Seseorang yang membela diri akan penyerangan terhadap dirinya memiliki hak untuk membunuh jika tidak ada cara lain yang harus dilakukan.
Salah satu contoh lain adalah warga masyarakat yang mendapat tugas membela tanah air dalam keadaan perang. Kedua contoh tersebut adalah contoh di mana hak atas kehidupan yang seharusnya penting dan dapat dianggap sebagai hak absolute namun ternyata kalah oleh situasi, keadaan, alasan yang cukup. Kebebasan juga merupakan salah satu hak yang sangat penting namun hak ini tidak dapat dikatakan hak absolute karena hak ini juga dapat dikalahkan oleh hak lain. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa dan membahayakan masyarakat sekitarnya dipaksa untuk dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa meskipun ia menolak. Kebebasan yang dimiliki orang tersebut harus kalah oleh hak masyarakat yang merasa terancam jiwanya. Hak tidak selalu bersifat absolute karena sesuatu hak akan kalah oleh alasan atau keadaan tertentu lain yang dapat menggugurkan posisi hak tersebut.
Hak positif adalah suatu hak bersifat postif, jika saya berhak bahwa orang lain berbuat sesuatu untuk saya. Contoh: hak atas pendidikan, pelayanan, dan kesehatan. Hak negatif haruslah kita simak karena hak ini terbagi lagi menjadi 2 yaitu: hak aktif dan pasif. Hak negatif aktif adalah hak untuk berbuat atau tidak berbuat sperti orang kehendaki. Contoh, saya mempunyai hak untuk pergi kemana saja yang saya suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. Hak-hak aktif ini bisa disebut hak kebebasan. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Contoh, saya mempunyai hak orang lain tidak mencampuri urasan pribadi saya, bahwa rahasia saya tidak dibongkar, bahwa nama baik saya tidak dicemarkan. Hak-hak pasif ini bisa disebut hak keamanaan.
Setelah kita melihat dan membaca mengenai penjelasan hak serta jenis-jenisnya, sekarang apakah ada hak yang bersifat absolut? Hak yang bersifat absolut adalah suatu hak yang bersifat mutlak tanpa pengecualian, berlaku di mana saja dengan tidak dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Namun ternyata hak tidak ada yang absolute. Mengapa? Menurut ahli etika, kebanyakan hak adalah hak prima facie atau hak pada pandangan pertama yang artinya hak itu berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan merupakan hak yang sangat penting. Manusia mempunyai hak untuk tidak dibunuh namun ini tidak berlaku dalam segala keadaan tanpa alasan yang cukup kuat. Seseorang yang membela diri akan penyerangan terhadap dirinya memiliki hak untuk membunuh jika tidak ada cara lain yang harus dilakukan.
Salah satu contoh lain adalah warga masyarakat yang mendapat tugas membela tanah air dalam keadaan perang. Kedua contoh tersebut adalah contoh di mana hak atas kehidupan yang seharusnya penting dan dapat dianggap sebagai hak absolute namun ternyata kalah oleh situasi, keadaan, alasan yang cukup. Kebebasan juga merupakan salah satu hak yang sangat penting namun hak ini tidak dapat dikatakan hak absolute karena hak ini juga dapat dikalahkan oleh hak lain. Seseorang yang mengalami gangguan jiwa dan membahayakan masyarakat sekitarnya dipaksa untuk dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa meskipun ia menolak. Kebebasan yang dimiliki orang tersebut harus kalah oleh hak masyarakat yang merasa terancam jiwanya. Hak tidak selalu bersifat absolute karena sesuatu hak akan kalah oleh alasan atau keadaan tertentu lain yang dapat menggugurkan posisi hak tersebut.
Kesimpulannya
adalah :
Pada dasarnya dalam kehidupan sosial yang
baik, kita tidak akan pernah bisa untuk hidup semaunya saja, sebetulnya hak
kita tidak akan berlaku mutlak karena dibatasi oleh hak orang lain. Kita tidak
bisa memaksa orang lain untuk harus seperti kita. Kekayaan, harkat dan martabat
seseorang tentunya tidak bisa mempengaruhi hak orang lain. Bila dihubungkan
dengan Norma, maka demi kesamaan hak maka kita sebaiknya dapat menerima
kelemahan dan kekurangan orang lain bukan sebaliknya kita merasa selalu menang
sendiri dan orang lain dipaksa untuk berada diposisi yang salah. Sikap saling
keterbukaan itu lebih penting daripada hanya diam seperti tidak mengenal bahasa
dan terus memposisikan orang lain dalam posisi yang salah, sebab itulah yang
disebut dengan makhluk sosial.
By : Willy Putra Flores
0 komentar:
Posting Komentar